MERTUA MENANGIS KARENA MENANTUNYA
POLISI
Ditulis oleh: AKBP H. DADANG DJOKO KARYANTO, SH, SIP, MH.
Tuntutan Tugas Polisi, Dan Kesabaran Yang Harus Dimiliki Keluarganya
Menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kepada yang terhormat keluarga
besar Polisi Republik Indonesia, untuk orang tua yang punya anak yang
berprofesi sebagai seorang Polisi, untuk para istri yang punya suami yang berprofesi
sebagai seorang Polisi, untuk masyarakat
yang punya saudara yang menggeluti
profesi Polisi, untuk para anak-anak
yang memiliki orang tua yang berprofesi
sebagai orang tua Polisi.
Kegiatan hari raya Idul Fitri
sebentar lagi akan kita rayakan, dan
para petinggi atau pimpinan Polri telah menyusun berbagai kegiatan operasi
kepolisian yang mana telah direncanakan
jauh hari, dan telah dipersiapkan,
dirapatkan, dilatihkan, kemudian digelarkan (operasi Ketupat).
Operasi Kepolisian siap dilaksanakan
dan kondisinya telah digelar diseluruh
kewilayahan maupun jajaran, dan
akhirnya munculah sebuah cerita sebagai berikut:
Operasi Ketupat telah digelar dan
..............,” Pada suatu hari
menjelang lebaran, seorang istri Polisi melaksanakan
kegiatan mudik lebaran, dan sang suami yang berprofesi sebagai seorang
Polisi dengan penuh kesabaran menyiapkan diri untuk mengantar pulang sang istri kerumah keluarganya atau orang tuanya, dan kenyataan
hanya sebatas mengantar saja, akan tetapi tidak turut serta ikut pulang.
Setelah tujuan istrinya terpenuhi Polisi tersebut kembali untuk melaksanakan tugas pengamanan POS PAM dan memback up POS PELAYANAN. Selepas kembalinya sang suami yang seorang Polisi yang ke medan
tugasnya, si orang tua istri bertanya,”
Kenapa suamimu kembali Nak?”, istri
menjawab,”Iya, Pak, karena dia harus dinas kembali Pak,”, Orang Tua
Istri kembali bertanya,” Apa tidak ikut
berlibur pada saat hari raya Idul
Fitri Nak?”, Istri Polisi menjawab,”
Tidak Pak, karena dia harus bertanggung jawab dalam kegiatan Pos pengamanan dan pelayanan masyarakat terutama di tempat keramaian dan di jalanan”.
Kemudian orang tua istri polisi bertanya kembali,” Jadi suamimu nanti sahur dan
berbuka puasa dimana dan makan apa Nak?”, istri polisi menjawab,” Dia biasa
sendiri pak”, orang tua istri bertanya,” Tapi anak tetangga kita yang berdinas
jauh kok bisa pulang ya?”, istri polisi
menjawab,”Kalau dia seorang polisi pastinya dia sedang bertugas saat ini pak,
menantu bapak sedang melaksanakan tugas yang sangat mulia pak, membantu orang-orang yang akan dan
sedang melaksanakan kegiatan lebaran pak!”,
lalu si orang tua istri polisi bertanya kembali, dengan mata
berkaca-kaca, orang tua istri,” Kalau begitu mengapa kamu tidak mendampinginya,
dan mengurus dia disana?”, Istri Polisi menjawab,” Pak saya pulang karena
disuruh menantu Bapak, Kata menantu bapak, biar kami semua dapat berkumpul
dengan keluarganya pada saat hari Lebaran, agar bapak dan ibu tidak merasa
kesepian, biarlah menantu bapak dan rekan-rekannya yang kesepian ditempat-tempat
yang jauh disana yang sedang oleh
teriknya sinar matahari di siang hari,
dan mengamankan orang yang akan
melaksanakan kegiatan lebaran, seperti saya yang akan mengunjungi keluarganya, walaupun
menantu bapak dan rekan-rekannya disana kepanasan, kedinginan, rasa lelah dan
letih dengan serba keterbatasan dari dinas namun mereka tetap ikhlas menjalankan
tugas profesinya Pak”. Lalu kedua orang tua tersebut memeluk anaknya dan
meneteskan air mata, orang tua istri berkata ,” Besok sesudah sholat Idul Fitri
kamu pulang ya Nak!,” temani suamimu
disana ya! “. Aselama ini Saya mencoba
berusaha untuk memahami pekerjaan Polisi, ternyata seperti itulah mereka, yang penuh dengan persoalannya mereka
sendiri, saya tidak mau lagi menghujat dan memaki Polisi, “SELAMAT BERTUGAS
PARA POLISI REPUBLIK INDONESIA DAN POLRI TETAP JAYA”, SELAMAT HARI RAYA IDUL
FITRI YA”.
Ditulis oleh: AKBP H. DADANG DJOKO KARYANTO, SH, SIP, MH.