Minggu, 27 Juli 2014

Tuntutan Tugas Polisi, Dan Kesabaran Yang Harus Dimiliki Keluarganya Menjelang Hari Raya Idul Fitri.



MERTUA MENANGIS  KARENA MENANTUNYA POLISI
Ditulis oleh:  AKBP H. DADANG DJOKO KARYANTO, SH, SIP, MH.

Tuntutan Tugas Polisi, Dan Kesabaran Yang Harus Dimiliki Keluarganya Menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kepada yang terhormat keluarga besar Polisi Republik Indonesia, untuk orang tua yang punya anak yang berprofesi  sebagai  seorang Polisi, untuk  para istri yang punya suami yang berprofesi sebagai seorang Polisi, untuk  masyarakat yang punya saudara yang  menggeluti profesi  Polisi, untuk para anak-anak yang memiliki orang tua yang  berprofesi sebagai  orang tua Polisi.
Kegiatan hari raya  Idul Fitri  sebentar lagi akan  kita rayakan, dan para petinggi atau pimpinan Polri telah menyusun berbagai kegiatan operasi kepolisian  yang mana telah direncanakan jauh hari,  dan telah dipersiapkan, dirapatkan, dilatihkan, kemudian digelarkan (operasi Ketupat).
Operasi Kepolisian  siap  dilaksanakan dan kondisinya telah digelar  diseluruh kewilayahan maupun  jajaran, dan akhirnya  munculah sebuah cerita  sebagai berikut:
Operasi Ketupat telah digelar dan ..............,” Pada suatu  hari menjelang lebaran, seorang istri  Polisi melaksanakan kegiatan mudik lebaran, dan sang suami yang berprofesi sebagai seorang Polisi  dengan penuh kesabaran  menyiapkan diri untuk mengantar  pulang sang istri  kerumah keluarganya atau orang tuanya, dan kenyataan  hanya sebatas mengantar saja,  akan tetapi tidak turut serta ikut pulang. Setelah  tujuan istrinya terpenuhi  Polisi tersebut  kembali untuk melaksanakan  tugas pengamanan POS PAM  dan memback up POS PELAYANAN.  Selepas kembalinya  sang suami yang seorang Polisi yang ke medan tugasnya, si orang tua  istri bertanya,” Kenapa suamimu kembali Nak?”, istri  menjawab,”Iya, Pak, karena dia harus dinas kembali Pak,”, Orang Tua Istri kembali bertanya,” Apa tidak ikut  berlibur pada saat hari raya  Idul Fitri Nak?”,  Istri Polisi menjawab,” Tidak Pak, karena dia harus bertanggung jawab dalam kegiatan  Pos pengamanan dan pelayanan masyarakat  terutama di tempat keramaian dan di jalanan”. Kemudian orang tua istri polisi bertanya kembali,” Jadi suamimu nanti sahur dan berbuka puasa dimana dan makan apa Nak?”, istri polisi menjawab,” Dia biasa sendiri pak”, orang tua istri bertanya,” Tapi anak tetangga kita yang berdinas jauh  kok bisa pulang ya?”, istri polisi menjawab,”Kalau dia seorang polisi pastinya dia sedang bertugas saat ini pak, menantu bapak sedang melaksanakan tugas yang sangat  mulia pak, membantu orang-orang yang akan dan sedang melaksanakan kegiatan lebaran pak!”,   lalu si orang tua istri polisi bertanya kembali, dengan mata berkaca-kaca, orang tua istri,” Kalau begitu mengapa kamu tidak mendampinginya, dan mengurus dia disana?”, Istri Polisi menjawab,” Pak saya pulang karena disuruh menantu Bapak, Kata menantu bapak, biar kami semua dapat berkumpul dengan keluarganya pada saat hari Lebaran, agar bapak dan ibu tidak merasa kesepian, biarlah menantu bapak dan rekan-rekannya yang kesepian ditempat-tempat yang jauh disana yang sedang  oleh teriknya sinar matahari di  siang hari, dan  mengamankan orang yang akan melaksanakan kegiatan lebaran, seperti saya yang  akan mengunjungi keluarganya, walaupun menantu bapak dan rekan-rekannya disana kepanasan, kedinginan, rasa lelah dan letih dengan serba keterbatasan dari dinas namun mereka tetap ikhlas menjalankan tugas profesinya Pak”. Lalu kedua orang tua tersebut memeluk anaknya dan meneteskan air mata, orang tua istri berkata ,” Besok sesudah sholat Idul Fitri kamu pulang ya Nak!,” temani  suamimu disana ya! “. Aselama ini Saya mencoba  berusaha untuk memahami pekerjaan Polisi,  ternyata seperti itulah  mereka, yang penuh dengan persoalannya mereka sendiri, saya tidak mau lagi menghujat dan memaki Polisi, “SELAMAT BERTUGAS PARA POLISI REPUBLIK INDONESIA DAN POLRI TETAP JAYA”, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI YA”.

Ditulis oleh:  AKBP H. DADANG DJOKO KARYANTO, SH, SIP, MH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar